Selasa, 07 Januari 2014

politik Megawati soekarno putri


Pidato Politik Ketua Umum DPP PDI Perjuangan: Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam damai sejahtera untuk kita semua,
Om Swasti Astu,
Perkenankanlah saya menyampaikan salam nasional Indonesia:
Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!
Saudara-saudara,
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa ta’ala atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada hari ini, kita dapat berkumpul di Kota Bandung ini. Di Kota Bandung inilah perlawanan rakyat dilakukan. Kota dibumi-hanguskan oleh lebih dari 200.000 rakyat, bersama Tentara Rakyat Indonesia pada tanggal 24 Maret 1946, guna mencegah Sekutu dan NICA Belanda, membangun markas strategis militernya. Di kota bersejarah inilah Bung Karno memoles Nasionalisme Indonesia, hingga mencapai bentuk sempurnanya.
Di sinilah internasionalisme atau kemanusiaan mendapatkan momentum puncaknya melalui gerakan solidaritas bangsa-bangsa terjajah di bawah kepimpinan Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang fenomenal itu.
Inilah kota yang sangat lekat dalam ingatan dan emosi anak negeri, lewat syair Halo-halo Bandung yang sangat kita kenal.
Saudara-saudara,
Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan adalah rapat Dewan Pimpinan Partai yang diperluas. Rakernas berfungsi untuk melakukan evaluasi, sinkronisasi,  dan koordinasi Partai. Melalui Rakernas kita menyikapi berbagai persoalan masyarakat, bangsa dan Negara, dan mengevaluasi perkembangan internal Partai.
Rakernas di tempat ini bukan untik sekedar mengembara ke masa lalu, sambil bernostalgia tentang kebesaran. Bandung dipilih, agar kepeloporannya dalam mengurai berbagai kontradiksi persoalan bangsa, hingga diperoleh sintesa baru yang lebih sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia, dapat mengilhami dan menjadi suluh bagi setiap peserta Rakernas.
Kepeloporan, ilham dan suluh penuntun ini sangat penting, dalam upaya kita menemukan jalan keluar bagi bangsa ini. Mengapa? Karena tahun-tahun ke depan, tantangan akan semakin berat. Terlebih dalam situasi kealpaan kepemimpinan, di tengah gelora perubahan zaman yang penuh kontradiksi dan tantangan. Kontradiksi dan tantangan yang secara sistematis dan masih menggerus kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi dan identitas budaya kita sebagai bangsa. Tahun-tahun yang oleh Bung Karno pernah disebut sebagai tahun Vivere Pericoloso.
Share on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright Politik 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all